Itinerary 5 hari di Istanbul, Turki

Saya ingin berbagi cerita saya selama 5 hari berada di Istanbul, Turki. Kali ini ceritanya secara singkat saja ya. Untuk detail dari masing-masing lokasi wisata yang saya kunjungi akan saya tulis di blogpost yang lain. Itinerary 5 hari di Istanbul ini adalah pengalaman pribadi saya bersama istri dan teman-teman saya.

Kami pergi ke Istanbul bersama 5 orang. Saya, Zulfa istri saya, Dana dan istrinya Dhila, dan fotografer setia Fajar. Dengan bermodal harga tiket promo dari Fly Emirates seharga 210 $ pulang pergi, kami pergi ke Istanbul selama 5 hari. Namanya juga tiket promo, transit di Dubainya bikin pegel juga. Berangkatnya kami transit dari jam 1.00 pagi hingga jam 10 pagi. Pulangnya kami transit dari jam 1 dini hari hingga jam 2 sore esok hari. Lumayan bukan?

Mengapa memilih Istanbul, Turki?

Libur lebaran selama 5 hari. Enaknya kemana ya? Semua berawal dari pemikiran yang sederhana. Lalu kami iseng browsing harga tiket di website skyscanner.com dan kayak.com. Rencana awalnya kami ingin pergi ke Lebanon, karena memang tiket ke Lebanon adalah yang paling murah saat itu. Info harga tiket sudah didapat dilanjutkan dengan mencari informasi mengenai pengurusan visa ke Lebanon. Kami pergi ke embassy Lebanon. Rupanya pihak embassy meminta print out rekening koran selama 3 bulan terakhir sebagai salah satu syarat pengurusan visa turis ke Lebanon. Rekening koran tersebut harus diperoleh dari bank yang ada di Sudan (karena kami tinggal di Sudan). Kami coba tanya, apa bisa pakai rekening koran dari bank di Indonesia? Rupanya tidak bisa. Akhirnya putus sudah harapan kami untuk pergi ke Lebanon.

Eitss..tetapi buat liburan tidak ada kata menyerah, kami cari lagi info tiket promo ke negara lain. Dana mendapat info dari mahasiswa mengenai tiket promo dari Emirates ke Turkey dan Jordan. Jordan dan Turkey sama-sama menawarkan visa on arrival dan tidak perlu melampirkan rekening koran. Berundinglah kami, dan diputuskan untuk pergi ke Turki.

Baca juga 15 Negara Bebas Visa di Middle East

Mengurus visa ke Turki amat mudah. Tinggal buka saja website https://www.evisa.gov.tr/en/ dan apply visa di sana. Isi data-data yang diminta, masukan data kartu kredit, dan tunggu saja maka visa yang kamu perlukan akan dikirimkan ke email kamu. Kalau tidak ada kartu kredit, pinjam saja punya teman. Saya tidak mengalami kendala apapun untuk pengajuan visa ke Turki ini.

Istanbul Top Tourist Destination

Di Turki menginap dimana?

Untuk mencari penginapan di lokasi tujuan wisata bukanlah perkara sulit. Di Istanbul khususnya, ada banyak pilihan lokasi penginapan. Paling mudah adalah menggunakan website booking.com. Di website tersebut ada banyak pilihan tempat yang bisa dipilih. Kami memilih hotel yang berada di daerah Sultanahmet. Mengapa memilih penginapan di sana?

Satu. Harga sewa penginapan yang relatif murah. Kami memilih apartemen dengan 2 kamar tidur. 1 kamar tidur untuk perempuan (2 orang) dan 1 kamar lain untuk laki-laki (3 orang). Harganya berapa? 260$ untuk 5 hari untuk 5 orang. Artinya selama hari tersebut 1 orang hanya membayar kurang lebih 50 $ saja.

Dua. Fasilitas cukup. Penginapan ini memiliki 1 kamar mandi, AC, kitchen set sederhana. Ada penggorengan, ada gas, ada kompor kecil, dan piring gelas secukupnya. Ada juga kulkas kecil 1 pintu. Cukup lengkap bukan?

Tiga. Penginapan kami ini dekat dengan Blue Mosque, Hagia Sophia, dan Topkapi Palace. Dengan berjalan kaki hanya memakan waktu 10 menit. Lokasi ini juga dekat dengan halte Metro Istanbul (trem) stasiun Sultanahmet.

Hostel in Istanbul Recommended
Hostel in Istanbul Recommended

Itinerary 5 hari di Istanbul, Turki, kemana saja selama 5 hari tersebut?

Hari pertama, Jum’at 15 Juni 2018.

Mendarat di bandara Sabiha Gökçen International Airport. Beli kartu internet. Ada pilihan Turkcell, Vodafone, dan Turk Telekom. Kami memilih Turkcell karena harganya murah (90 Lira untuk 12 GB). Dari bandara kami naik shuttle bus Havabus menuju Kadikoy. Dari Kadikoy naik feri ke Eminonu. Dari Eminonu naik Metro Istanbul (trem) ke stasiun Sultanahmet. Kami menuju penginapan di daerah Sultanahmet. Istirahat sebentar di hostel, malamnya jalan-jalan santai di sekitar Sultanahmet square.

Cruise Ferry from Kadikoy Dock to Eminonu
Cruise Ferry from Kadikoy Dock to Eminonu
Hari kedua, Sabtu, 16 Juni 2018.

Hari kedua kami isi dengan mengunjungi Islamic and Art Museum, Hagia Sophia, Topkapi Palace, dan Gulhane Park. Ketika mengunjungi museum di Istanbul saya sarankan kalian membeli Museum Pass. Museum Pass ini berlaku selama 5 hari dan bisa dipakai untuk mengunjungi: Hagia Sophia, Topkai Palace and the Harem, Hagia Irene, Istanbul Archaelogical Museums, Istanbul Mosaic Museum, Museum of Turkish and Islamic Arts, Museum of the History of Science and Technology in Islam, Galata Mevlevi House Museum, Yildiz Palace Museum, Rumeli Hisar Museum, dan Fethiye Museum. Rata-rata museum ini buka pada jam 9.00 pagi dan tutup pada jam 5 sore. Keunggulan Museum Pass adalah kita mendapatkan potongan harga. Cukup dengan harga 125 Lira, kita bisa mengunjugi 11 museum tersebut. Perlu diketahui bahwa sekali masuk ke Hagia Sophia sendiri tiketnya 45 Lira.

Dengan logo fast track di Museum Pass kita tidak perlu antri tiket seperti pengunjung yang lain. Langsung saja menuju ke pintu masuk, tap Museum Pass di mesin yang ada, lalu langsung masuk deh kita ke museum.

Hagia Sophia Museum
Hagia Sophia Museum
Hari ketiga, Minggu, 17 Juni 2018.

Hari ketiga kami menyeberangi Golden Horn. Naik Metro Istanbul dari Sultanahmet menuju Kabatas. Dari Kabatas cukup berjalan kaki sekitar 10 menit menuju ke Dolmabahce Palace. Sebelum masuk istana, foto-foto sebentar di depan stadion Besiktas, JK. Dari stadion tinggal menyeberang jalan dan sampailah ke Dolmabahce Palace. Selepas waktu dhuhur, dari Dolmabahce kami menuju ke Galata Tower. Ambil foto yang banyak karena memang lokasinya yang eksotis. Kalau antriannya cukup pendek, saya sarankan naik ke atas Galata Tower. Kemarin antriannya cukup panjang sehingga kami tidak sempat naik ke atas puncak tertinggi di daerah Galata ini. Selesai dari Galata Tower kami langsung menuju ke Taksim Square. Tinggal naik Metro Istanbul terdekat dari Galata Tower. Di Taksim Square kita bisa istirahat dengan duduk di tengah taman. Banyak café di sekitar Taksim Square. Pertokoan berjejer di sekitar Taksim Square. Tinggal pilih saja toko yang mana bila kalian ingin berbelanja.

Besiktas Stadium - Vodafone Park
Besiktas Stadium – Vodafone Park
Hari ke empat, Senin, 19 Juni 2018.

Rencana awal kami ingin pergi ke Prince Island di hari ke-empat ini. Namun apa daya, kami sudah terlalu lelah. Kaki dan badan pegal-pegal selama 3 hari pertama di Istanbul. Akhirnya di hari ke-empat ini kami langsung pergi berbelanja ke Grand Bazzar. Cukup naik Metro Istanbul dari Sultanahmet ke stasiun Grand Bazzar. Buka dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Puas-puaskanlah berbelanja di pasar ini. Ketika berbelanja di pasar manapun ingatlah prinsip ilmu menawar: tawarlah dengan harga 25% dari harga yang ia tawarkan. Bila ia tidak mau, tinggalkan dan cari toko lain.

Selesai dari Grand Bazzar, jam 2 siang kami menuju ke Panorama 1453 History Museum. Lokasinya sedikit lebih jauh, sekitar 7 stasiun dari Sultanahmet. Di sini kita bisa melihat diorama Sultan Mehmet Al Fatih ketika menaklukan Istanbul pada tahun 1453 M. Selepas dari Panorama Museum kami kembali ke Sultanahmet dan berjalan kaki menuju Eminonu untuk melihat sunset.

Malam harinya, waktu dihabiskan untuk bersantai di Sultanahmet square di antara Hagia Sophia dan Blue Mosque. Malam itu cerah sekali sebelum gerimis datang dan membuat semua orang berhamburan mencari tempat berteduh di sekitar Sultanahmet square.

Hagia Sophia at Night
Hari ke lima, Selasa, 20 Juni 2018.

Pagi hari kami berkemas. Pukul 9.00 pagi kami berkunjung ke Istanbul Archaelogical Museums di dekat Topkapi Palace. 3 jam tidak cukup untuk mengelilingi seluruh museum. Pukul 11.30 kami kembali ke penginapan karena harus check out. Dan.. jam 1 siang kami pergi stasiun Sultanahmet dan menuju Istanbul Attaturk Airport untuk kembali ke Sudan.

Metro Istanbul Station
Metro Istanbul Station

Tips dan trik apa yang harus dikuasai selama jalan-jalan di Turki?

Ada beberapa hal yang ingin saya share mengenai tips trik selama 5 hari di Turki, khususnya Istanbul.

  • Pakai sepatu kets, bawa sandal, bawa jas hujan tipis kalau bisa. Istanbul sering kali hujan itu musim panas. Payung juga bisa dibawa, payung lipat kecil tentunya ya.
  • Kalau kamu turun di bandara Sabiha Gokcen (Istanbul sisi Asia), langsung saja naik shuttle bus (Havabus) ke arah Kadikoy. Dari Kadikoy kita bisa langsung naik feri ke arah Eminonu.
  • Cari penginapan yang dekat dengan lokasi wisata, dekat dengan halte Metro Istanbul. Pinter-pinter saja cari penginapan, dekat dengan lokasi wisata belum tentu mahal kok.
  • Bawa salonpas, freshcare, atau balsem. Tiga obat ini manjur banget karena selama 5 hari di Istanbul saya merasa kaki saya pegal banget. Tau sendiri, di Istanbul kita akan banyak berjalan kaki mengelilingi site. Malam hari ketika istirahat, salonpas atau balsem bisa jadi obat penghilang pegal.
  • Bawa Indomie. Di Istanbul, amat sulit menemukan Indomie dalam bentuk pillow pack. Kebanyakan Indomie dalam bentuk cup noodle. Indomie begitu penting karena di malam hari kita seringkali merasa kelaparan.
  • Berbelanja makanan mentah seperti sayuran, buah, atau sarden kalengan sangat membantu sekali. Di Istanbul, sekali makan kita akan merogoh kocek sekitar 25 Lira, tergantung menu yang dimau. Kalau mau murah, makan kebab saja dengan harga 15 Lira. Bila dalam sehari makan 2 kali, maka dalam 5 hari bisa dihitung pengeluaran untuk makan berapa. Ada baiknya bila pergi traveling berombongan lebih baik masak di penginapan. Maka dari itu saya menyarankan penginapan yang memiliki fasilitas kitchen.

Kira-kira itulah itinerary 5 hari di Istanbul versi saya. Sebagai bonus, saya lampirkan di bawah ini beberapa informasi penting yang bisa kamu pelajari bila kamu ingin jalan-jalan ke Istanbul.

Leave a Reply

%d bloggers like this: