10 Tempat Wisata di Istanbul Turki Yang Wajib Dikunjungi

Sudah 2 minggu berlalu sejak terakhir kali saya mengunjungi Istanbul, Turki. Banyak kenangan indah yang saya alami di sana. Ketertiban kotanya, cara berlalu lintasnya, dan yang paling saya kagumi adalah bagaimana pemerintah Turki mengelola tempat wisata di Istanbul. Menurut saya, ada 10 tempat wisata di Istanbul Turki yang wajib dikunjungi bila kamu liburan ke Turki. Apa saja?

1. Blue Mosque atau Sultanahmet Mosque

Blue Mosque atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Sultanahmet adalah masjid yang terkenal dan menjadi ikon seluruh wisata di Turki. Blue Mosque dibangun pada tahun 1609-1616 pada masa Sultan Ahmed I. Saat ini masjid ini masih beroperasi sebagai masjid. Dibuka dari pagi hingga malam hari, dan hanya tutup ketika waktu shalat tiba.

Blue Mosque berada di kawasan Sultanahmet Square. Tempat ini begitu teduh sekaligus ramai. Di luar masjid banyak penjual roti dan jagung rebus/bakar. Cocok sekali bagi kamu yang suka nongkrong. Apalagi untuk sepasang kekasih yang ingin berbulan madu. Sultanahmet Square adalah tempat wisata di Istanbul yang tidak boleh dilewatkan.

Blue Mosque or more known by Sultanahmet Mosque
Blue Mosque atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Sultanahmet
2. Hagia Sophia

Hagia Sophia dibangun oleh Constantinius II pada tahun 360 M. Awalnya dinamakan Megali Eklesia’dir atau big church. Setelah abad ke-5 namanya diganti menjadi Hagia Sophia yang bermakna Holy Wisdom. Selama 916 tahun Hagia Sophia digunakan sebagai gereja oleh umat Kristen di kota Konstantinopel. Ya, dulu kota Istanbul bernama Konstantinopel. Kemudian pada tahun 1453 M, kota Konstantinopel ditaklukan oleh Sultan Mehmed II dari Kesultanan Ottoman. Setelah penaklukan ini kota Konstantinopel berganti nama menjadi Istanbul. Pergantian nama kota ini juga bersamaan dengan pergantian fungsi dari Hagia Sophia itu sendiri. Yang awalnya gereja, diganti fungsinya menjadi masjid. Hagia Sophia sendiri dipakai sebagai masjid selama 482 tahun. Dan saat ini Hagia Sophia adalah sebuah museum yang ramai dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara.

Hagia Sophia memiliki sejarah yang amat panjang. Cerita turun temurun mengatakan bahwa batu yang digunakan untuk membangun Hagia Sophia direkomendasikan oleh Nabi Khidir AS. Nabi Khidir AS adalah pemilik sebuah tambang yang berada tidak jauh dari Istanbul. Ia khusus menyiapkan batu-batunya untuk digunakan sebagai bagian dari Hagia Sophia. Ada juga cerita lain bahwa ketika Nabi SAW lahir, kubah Hagia Sophia runtuh. Hagia Sophia sungguh mistis bukan? Hehe..

Hagia Sophia buka setiap hari dan tutup pada hari Selasa. Begitu pun dengan Topkapi Palace, istana tersebut tutup pada hari Selasa. Pastikan kamu tidak salah hari ketika datang kesana.

Hagia Sophia in the night
Hagia Sophia pada malam hari
3. Topkapi Palace

Topkapi Palace adalah istana yang digunakan oleh Kesultanan Ottoman mulai abad ke-15. Pembangunannya dimulai pada tahun 1459 atas perintah dari Sultan Mehmed Alfatih, 6 tahun setelah penaklukan kota Istanbul. Topkapi awalnya memiliki nama Yeni Saray atau Saray-ı Cedîd-i Âmire yang berarti New Palace atau Istana baru. Lalu Old Palace-nya ada dimana? Old Palace sekarang berada Istanbul University. Pada abad 19 nama istana ini diganti menjadi Topkapi yang memiliki arti Cannon Gate.

Pada tahun 1856 Sultan Abdulmecit memindahkan tempat pemerintahannya ke Dolmabahce Palace. Topkapi Palace akhirnya digunakan sebagai perpustakaan dan penyimpanan harta kerajaan. Pada tahun 1923, Topkapi Palace berganti menjadi museum hingga sekarang.

Topkapi Palace menempati area yang amat luas. Kalau bisa dibandingkan, luasnya seperti halnya Keraton Jogja. Dari Topkapi Palace kita bisa melihat indahnya selat Bosporus dan Golden Horn. Lokasinya yang berada di bukit di tepi laut membuat istana ini begitu indah dipandang mata.

Untuk mengunjungi Topkapi Palace kamu bisa menggunakan Museum Pass. Di dalam Topkapi kamu bisa melihat indahnya ukiran dan arsitektur Topkapi Palace. Ada juga museum dapur (Kitchen Museum) yang berisi koleksi gerabah dan keramik dari Kesultanan Ottoman. Yang paling ramai adalah Museum Senjata. Di museum/ruang ini kita bisa melihat koleksi senjata dari para Sultan terdahulu, bahkan senjata para Sahabat Nabi SAW.

Topkapi Palace in Istanbul
The Gate of Felicity (Bâbüssaâde), pintu masuk menuju ruang utama Topkapi Palace
4. Dolmabahce Palace

Dolmabahce Palace atau dalam bahasa Turkinya Dolmabahçe Sarayı berada di Besiktas. Tepatnya berada di depan stadion Besiktas. Istana ini adalah pusat administrasi Kesultanan Ottoman dari tahun 1856 hingga tahun 1887 dan tahun 1909 hingga tahun 1922. Dolmabahce Palace dibangun pada masa Sultan Abdulmecit I tahun 1843-1856. Sebelumnya keluarga sultan tinggal di Topkapi Palace namun karena gaya, arsitektur, dan kenyamanannya terasa kurang dibanding dengan istana di kerajaan Eropa lainnya, Abdulmecit I memutuskan membangun istana baru yang lebih modern. Pembangunannya menghabiskan biaya 5 juta Lira emas Ottoman, 35 ton emas, atau hampir sama dengan 1.5 juta USD uang masa kini. Pada masa itu, uang sebanyak ini setara dengan ¼ pajak tahunan yang diterima oleh Kesultanan Ottoman. Wow!! Lumayan boros juga ya??

Dolmabahce Palace menempati area seluas 45,000 m2 (11.1 hektar), memiliki 285 ruangan, 46 ruang pertemuan, 6 kamar mandi, dan 68 toilet. Desain arsitekturnya amat bagus. Kalau kamu pergi Turki, Dolmabahce Palace adalah lokasi yang wajib kamu kunjungi. Lokasinya pun mudah dijangkau. Bila kamu naik trem (Metro Istanbul) kamu bisa turun di stasiun Kabatas. Dari stasiun ini tinggal jalan kaki saja selama 10 menit. Istana ini berada persis di depan stadion klub sepakbola Besiktas.

Dolmabahce Palace, Istana Modern yang dibangun pada tahun 1843-1856 M
5. Galata Tower

Galata Tower atau Galata Kulesi adalah menara batu dari abad pertengahan. Galata Tower memiliki ketinggian 66.90 meter dan 51.65 m di lantai observasi (lantai yang bisa dikunjungi wisatawan). Galata Tower adalah bangunan tertinggi di Istanbul ketika dibangun pada tahun 1348 M. Menara ini dibangun untuk menggantikan menara lama Megalos Phyrgos.

Untuk menuju ke Galata Tower, kamu bisa naik trem dan turun di stasiun Karakoy. Kalau tidak yakin dimana lokasinya, kamu bisa bertanya ke sesama penumpang di trem. Mereka pasti tahu Galata Tower. Dari stasiun Karakoy, kamu harus berjalan kaki menuju ke lokasi yang aslinya berada di atas bukit. Agak sedikit nge-gas juga jalan kakinya karena lumayan nanjak.

Galata Tower in Istanbul
Galata Tower di Karakoy

Kamu juga bisa membaca tulisan saya sebelumnya:

Itinerary 5 Hari di Turki

6. Panorama 1453 History Museum

Adalah museum sejarah yang dibangun pada tahun 2009. Museum ini berada di dekat tembok Byzantium masa lalu. Museum ini menyajikan diorama penaklukan Istanbul oleh Sultan Mehmet II. Yang paling menakjubkan menurut saya adalah diorama yang berada di lantai paling atas. Jadi diorama ini adalah diorama 360 derajat. Kamu bisa melihat secara langsung bagaimana dulu Sultan Mehmet II menaklukan Istanbul dengan tentara dan bala bantuan dari raja-raja dari negara lain.

Diorama 1453 History Museum
Diorama 1453 History Museum
7. Taksim Square

Taksim Square berada di Beyoglu. Kata Taksim sendiri artinya divisi atau distribusi. Taksim Square dulunya adalah stasiun pengumpulan air dari Istanbul utara yang kemudian air ini didistribusikan ke seluruh Istanbul. Saat ini, Taksim Square adalah semacam alun-alun. Sebuah area terbuka yang asik dipakai untuk nongkrong. Di kanan kiri juga banyak café berjejer, mulai dari café lokal hingga café dengan brand terkenal.

Di dekat Taksim Square ada area namanya Istiklal Caddesi (Independence Avenue). Sebuah pedestrian panjang dengan toko-toko berjejer di pinggirnya. Waktu saya kesana, ramainya bukan main. Ditambah lagi, saat itu adalah masa-masa kampanye menjelang pemilu raya di Turki.

Taksir Square amat mudah dijangkau karena lokasinya memang merupakan center hub bagi transportasi darat di Istanbul. Dari bandara, kamu bisa memilih bis dengan tujuan langsung ke Taksim Square. Dengan trem dan bis umum apalagi, mudah sekali dijangkau.

Taksim Square Istanbul
Taksim Square cocok sekali untuk bersantai
8. Grand Bazaar

Grand Bazaar adalah salah satu pasar tertutup (tertutup maksudnya punya atap) tertua di dunia. Pasar ini memiliki 61 gang dan sekitar 4000 toko. Setiap harinya pasar ini dikunjungi sekitar 250.000 hingga 400.000 orang mulai dari jam 8 pagi hingga jam 7 malam. Pasar ini adalah lokasi mencari oleh-oleh. Dari mulai sajadah Turki, kaos, gantungan kunci, makanan, kopi Turki dan sebagainya.

Grand Bazaar dibangun pada tahun 1455/56 M, segera setelah penaklukan Istanbul oleh Sultan Mehmet II. Sultan memang cerdas, ia mengganti fungsi Hagia Sophia dari gereja menjadi masjid, lalu membangun pasar sebagai stimulus ekonomi di kota Istanbul.

Untuk menuju Grand Bazaar, kamu bisa naik trem dan turun di stasiun Grand Bazaar. Siapkan saja uang yang banyak dan mental menawar yang sadis. Jangan kalah mental dengan penjual. Ingat prinsip dari saya: tawarlah dengan harga 25% dari harga asli. Bila mereka tidak mau, tinggalkan.

Grand Bazaar Istanbul
Grand Bazaar Istanbul
9. Besiktas Stadium

Besiktas Stadium adalah markas dari klub sepakbola Besiktas. Lokasinya berada di depan Dolmabahce Palace. Kalau pas rejekinya, kamu bisa menonton pertandingan sepakbola klub kebanggaan Istanbul ini. Sebagai informasi saja, di Istanbul terdapat 3 klub sepakbola terkenal yaitu Besiktas, Galatasaray, dan Fenerbahce. Besiktas dan Galatasaray memiliki stadion di Istanbul sisi Eropa sedangkan Fenerbahce memiliki stadion di Istanbul sisi Asia. Kalau kamu hobi sepakbola, jersey klub bisa menjadi oleh-oleh.

Besiktas Stadium - Vodafone Park
Besiktas Stadium – Vodafone Park
10. Turkish and Islamic Arts Museum

Museum ini dulunya adalah bekas istana Pargali Ibrahim Pasha. Lokasinya berada di Sultanahmet Square. Berada di kawasan wisata utama di Istanbul, museum ini menurut saya wajib kamu kunjungi. Ada banyak hal yang bisa kamu lihat disini, yaitu sejarah mengenai Turki dari masa ke masa, koleksi senjata para sultan, hingga jenggot Nabi SAW.

Lokasinya amat mudah dijangkau. Berada di dekat Sultanahmet tram station. Ada baiknya kamu datang pagi-pagi, lalu masuk ke museum ini, lalu lanjut ke Blue Mosque, lanjut ke Hagia Sophia dan terakhir ke Topkapi Palace. Semua tempat ini berada di satu lokasi sehingga bisa menghemat waktu.

Turkish and Islamic Arts Museum

Jadi kurang lebih 10 tempat itulah yang menjadi rekomendasi wisata Turki. Tempat-tempat tersebut lokasinya tidak terlalu jauh satu sama lain sehingga tidak akan memakan waktu banyak untuk berpindah tempat. Jadi, tempat wisata di Turki mana yang ingin kamu kunjungi?

Leave a Reply

%d bloggers like this: