Tempat Wisata di Aswan, Egypt Yang Wajib Kamu Kunjungi

Kota Aswan (Arabic: أسوان; Coptic: ⲥⲟⲩⲁⲛ), adalah kota yang berada di selatan Egypt, ibukota dari Aswan Governorate. Saya datang ke sana waktu mengambil cuti bulan Februari 2017. Banyak tempat wisata di Aswan yang saya kunjungi, mulai dari tempat wisata yang berada di dalam kota, hingga lokasi yang jauh yang memakan waktu perjalanan hingga 3 jam.

Aswan dan Abu Simbel adalah lokasi terakhir yang saya kunjungi dalam private tour kali ini. Saya traveling bersama seorang keluarga dari Malaysia, saya memanggilnya Pak Cik. Pak Cik berangkat dengan istri dan 2 anaknya. Kami berlima ditemani seorang guide, seorang mahasiswa Al Azhar bernama Rashad. Perjalanan ini begitu berkesan bagi saya karena ini adalah saat-saat terakhir sebelum saya pergi meninggalkan Egypt.

view of nile river in aswan, egypt
Sungai Nil di kota Aswan, Egypt

Nubian Museum

Nubian Museum merupakan museum dan galeri yang menurut saya sangat luar biasa. Di sana saya melihat berbagai macam bentuk patung dari jaman Firaun, bermacam bentuk mumi, peninggalan suku Nubia, hingga sejarah mengenai Egypt dari masa ke masa. Ada juga foto-foto ketika kuil Abu Simbel dipindahkan dikarenakan lokasi yang lama ikut tenggelam karena proyek Danau Nasser.

Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mengelilingi seluruh tempat yang ada di museum. Saya mengunjungi Nubian Museum ketika malam hari. Awalnya saya tidak menyangka bahwa museum ini buka hingga malam hari. Tempat wisata di Aswan ini layak dikunjungi apalagi untuk kamu yang suka dengan wisata sejarah.

nubian museum in aswan, egyptSuasana Nubian Museum di malam hari

Fatimid Cemetery

Fatimid cemetery terletak di samping Unfinished Obelisk. Makam ini sudah ada sejak abada ke-9. Lokasinya begitu dekat dari Nubian Museum maupun dari Nile corniche. Dengan berjalan kaki selama 15-20 menit atau naik angkutan umum semacam angkot ataupun taksi, kamu bisa mencapai tempat ini.

fatimid cemetery in aswan, egypt
Makam Fatimid di Aswan, Egypt. Makam ini dekat dengan area Unfinished Obelisk

Unfinished Obelisk

Saya tidak sengaja mengunjungi tempat ini. Sepulang dari Kuil Abu Simbel, sekitar pukul 11.00 siang, sayang sekali kalau tidak jalan-jalan keliling kota Aswan. Jadwal kereta pulang menuju Cairo adalah jam 9.00 malam. Berbekal browsing di internet saya menemukan Unfinished Obelisk ini. Lokasinya pun tidak jauh dari lokasi tempat kami menginap. Bermodalkan uang 10 pound, kalau dirupiahkan tidak sampai 10.000 rupiah, kami berdua naik angkot. Teman traveling kami dari Malaysia lebih memilih istirahat di hotel karena saat itu memang kondisinya amat panas.

Perjalanan menuju Unfinished Obelik hanya memakan waktu tidak sampai 30 menit. Turun dari angkot, kami berjalan kaki menuju tempat yang dituju. Saya sarankan untuk membawa penutup kepala ketika berkunjung ke Aswan. Cuacanya amat panas meskipun di Cairo waktu itu sedang musim dingin.

Memasuki lokasi Unfinished Obelik kita harus membeli karcis di loket yang tersedia. Lalu kita akan diarahkan untuk menuju studio untuk menonton video singkat mengenai sejarah Unfinished Obelik ini. Tenang saja, atraksi menonton video ini sudah termasuk dalam biaya karcis, jadi tidak perlu menambah biaya. Namun waktu itu, si penjaga lokasi pemutaran video meminta uang tip karena hanya kami berdua pengunjung siang itu. Saya merogoh kocek sekedarnya untuk memberikan uang tip.

Unfinished Obelisk adalah sebuah obelisk yang belum selesai dibuat. Jadi obelisk ini masih berada di tanah,

rock hill in unfinished obelisk area
Bukit batu di kawasan Unfinished Obelisk
unfinished obelisk in aswan, egypt
Unfinished Obelisk, obelisk yang belum selesai dibuat

Corniche of Aswan

Adalah tempat pedestrian di sepanjang Sungai Nil di Aswan. Lokasi ini amat dekat dengan stasiun Aswan. Tinggal keluar stasiun, jalan kaki 5-10 menit, kamu sudah sampai di corniche. Tempat ini amat cocok dikunjungi ketika pagi hari, ketika udaranya masih sejuk, dan sore hari menjelang matahari terbenam. Kenapa saat matahari terbenam?

Perlu diketahui, di Aswan sendiri sungai Nil ini memanjang dari selatan ke utara. Bila sore hari kamu bisa melihat matahari yang terbenam di antara bukit-bukit di seberang sungai Nil. Pemerintah Mesir juga serius membangun Aswan sebagai lokasi tujuan wisata. Jadi di sebarang sungai Nil ini, yang artinya sisi bagian barat dari sungai, dibangun berbagai macam bangunan yang indah. Ada hotel, jalan yang berkelok yang berhias lampu, dan juga bagian kosong yang masih berupa gurun. Sambil minum teh di tepi sungai, atau bila kamu punya uang lebih, kamu bisa menikmati sunset di atas kapal. Saya tidak sempat naik kapal ketika senja tiba, waktu itu hanya sempat menghabiskan waktu di tepi sungai. Aswan yang tenang, tidak begitu banyak kendaraan, angin sejuk, cuaca yang terang, turis yang mondar-mondar, membuat hati begitu tenang.

view from nile corniche in aswan, egypt
Suasana di Nile Corniche , Aswan
view from nile corniche during sunset
Pemandangan dari Nile Corniche saat matahari terbenam

Taman Firyal

Taman ini tidak sengaja saya temukan sepulang dari Unfinished Obelisk. Waktu kami sedang berjalan kaki, cuaca yang cukup panas di siang hari membuat kami begitu haus. Akhirnya kami membeli minuman di warung kaki lima di pinggir jalan. Penasaran, di belakang warung ini terdapat kebun yang luas yang dipagar keliling. Selesai membayar minuman, saya berkelililing mencari pintu masuk ke dalam taman ini. Begitu menemukan pintu masuknya, kami masuk ke dalam. Ada karcis yang dikenakan, yaitu 5 EGP. Cukup murah untuk seukuran turis.

Taman Firyal ini dikunjungi banyak orang, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Cuaca yang panas, waktu itu pukul 03.00 siang, berteduh di bawah pohon adalah pilihan terbaik. Apalagi sambil menikmati minuman dingin. Di taman ini terdapat panggung hiburan, bangku-bangku untuk duduk, lokasi yang naik turun dengan diselingi tempat datar untuk duduk dan menggelar tikar. Ada juga lapangan basket dan tempat cukup lapang untuk bermain bola bagi anak-anak kecil.

Taman ini langsung menghadap ke sungai Nil. Kamu bisa melihat kapal yang hilir mudik di sungai Nil, atau melihat gurun dan bukit yang berada di seberang sungai. Taman ini amat cocok untuk dinikmati sambil melihat matahari terbenam.

view of firyal garden in aswan, egypt
Suasana di Taman Firyal, Aswan, Egypt

Souq Siyahi

Souq Siyahi terletak tidak jauh dari stasiun Aswan. Begitu keluar stasiun, kamu bisa belok kiri dan mengikuti jalan yang ada. 5 menit berjalan kamu akan mencapainya. Lokasi yang dekat dengan stasiun ini amat cocok untuk berbulu oleh-oleh, terutama bila kamu sedang terburu-buru. Kamu bisa menemukan kurma Aswan, carcade (rossela tea), dan berbagai macam kuliner dan kerajinan hasil karya penduduk Aswan.

traditional shop in souq siyahi, aswan
Toko Tradisional di Souq Siyahi, Aswan

Abu Simbel

Kuil Abu Simbel terletak jauh dari kota Aswan, tepatnya di kota Abu Simbel. Saya menempuh perjalanan selama 3 jam untuk menuju ke sana. Dijemput dengan mobil jemputan pada pukul 4.30 pagi dan sampai ke kuil pada pukul 08.00 pagi. Kalau dilihat di google, lokasinya berjarak sekitar 288 km dari kota Aswan. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan gurun Western Desert yang mana merupakan bagian dari gurun Sahara.

Sejarah Kuil Abu Simbel, kita bisa membacanya di wikipedia dan berbagai situs sejarah lain. Yang ingin saya tekankan disini adalah keindahan dan seni arsitekturnya. Untuk periode waktu itu, kuil sebesar ini sudah begitu canggih. Kuil Abu Simbel menjadi tempat wisata di Aswan yang wajib dikunjungi bila kamu sudah datang ke Egypt. Soalnya sayang kalau tidak disempatkan ke sana.

Kuil Abu Simbel berada di sebelah barat Danau Nasser, yang mana danau ini merupakan sungai Nil yang dibendung dan membentuk danau. Dulunya kuil Abu Simbel berada di tempat yang lebih rendah lagi. Karena dikhawatirkan ikut tenggelam karena air danau yang terus meninggi, kuil ini dipindahkan ke lokasinya yang sekarang yang lebih tinggi. Kuil tersebut dipotong-potong dan dirangkai ulang. Kamu bisa membaca sejarah pemindahannya di Nubian Museum yang berada di Aswan. Saya sarankan untuk dapat mengunjungi kuil Abu Simbel ini di pagi hari, ketika siang hingga sore cuaca begitu panas. Saya datang di bulan Februari, yang mana merupakan akhir dari musim dingin, cuacanya cukup panas waktu itu.

lake nasser in abu simbel, egypt
Danau Nasser di sekitar Kuil Abu Simbel

Sebagai informasi, Kuil Abu Simbel banyak dikunjungi turis yang menempuh jalan dari atau ke Sudan. Di Sudan pun banyak kuil sejenis seperti ini, terutama di kota Dongola dan Karma. Dari kota Abu Simbel, beberapa kilometer dari sini kamu akan melewati perbatasan dengan Sudan, dan kamu bisa melanjutkan petualangan kamu melihat peradaban suku Nubia yang berada di sepanjang lembah sungai Nil, dari kota Aswan hingga jauh ke kota Dongola dan Marawi.

a good view from abu simbel temple
Pemandangan yang indah di sekitar Kuil Abu Simbel
get closer to the abu simbel temple
Semakin mendekat ke kuil Abu Simbel
abu simble temple in aswan, egypt
Abu Simbel Temple di Abu Simbel, Egypt yang mempesona
temple of hathor in abu simbel, egypt
Temple of Hathor di Abu Simbel, Egypt
view of abu simbel temple from the amphitheater area
Pemandangan Abu Simbel Temple dari bangku penonton amphitheater
panorama view of abu simbel temple and temple of hathor
Panorama Kuil Abu Simbel dan Kuil Hathor di Abu Simbel, Egypt

Tempat Wisata di Aswan Yang Lain

Aswan Botanical Garden

Kebun Botani Aswan terletak di sebuah pulai di tengah-tengah sungai Nil. Untuk mencapai lokasi ini kamu perlu menyewa kapal/boat. Boat ini tersedia di sepanjang corniche Nil. Tinggal pilih yang paling dekat dengan lokasi penginapan kamu.

Aswan Museum
Aswan High Dam
Monastery of St. Simon
Aswan Bridge
Nubian Village in Elephantine Island
Gharb Seheil
Qubbet el-Hawa
Archangel Michael’s Coptic Orthodox Cathedral

Leave a Reply

%d bloggers like this: