Menghibur Diri Dengan Menulis, 1 Day 1 New Blog Post

Sebagai seseorang yang pergi merantau ke luar tanah air, hiburan dibutuhkan untuk melemaskan pikiran setelah bekerja keras selama 6 hari kerja. Bekerja bersama orang non Indonesia bukan hanya menguras tenaga, namun juga pikiran dan emosi. Seringkali suatu instruksi tidak selalu berjalan sesuai apa yang kita inginkan atau butuhkan. Hal-hal seperti ini yang pikiran mudah stres, bahkan sakit.

Berbagai macam hiburan dilakukan ketika hari libur. Mengingat terbatasnya hiburan yang ada di kota Khartoum, masing-masing punya cara sendiri supaya tidak stres. Ada teman saya yang menghibur diri dengan bermain gitar setiap kali pulang kerja, menonton film ketika hari libur, bermain game, dan ada juga yang mencari hiburan dengan pergi memancing ke sungai.

Saya sendiri orang yang senang menghibur diri dengan cara bermain game. Di sisi lain saya juga senang menulis. Ketika saya menulis, saya merasakan ada suatu energi yang keluar dari tubuh. Energi ini memberikan saya tenaga untuk mengeluarkan suatu uneg-uneg dari dalam hati. Dan pada saat yang sama ada energi yang keluar yang menuntut saya untuk menyelesaikan tulisan ini. Dan berharap tulisan ini berguna bagi para pembaca.

Mengapa ketika menulis terasa ada energi yang keluar?

Salah satu cara untuk mengeluarkan energi negatif dari dalam tubuh, adalah dengan cara berteriak. Ketika berteriak, suara keras dari dalam mulut keluar bersamaan dengan energi negatif yang ada. Itulah kenapa kita merasa lebih lega dan plong kalau sudah berteriak.

Seperti yang dikutif dari Huffington Post: 7 Cara Membersihkan Diri dari Energi Negatif, berteriak adalah salah satu diantara 7 cara untuk mengeluarkan (release) energi negatif. Kaitannya dengan menulis yaitu efeknya hampir sama dengan berteriak. Karena ketika menulis sebenarnya kita juga sedang berteriak. Cuma medianya saja yang berbeda. Hasil dari berteriak adalah suara. Hasil dari berteriak lewat tulisan adalah tulisan itu sendiri.

Saya sendiri masih mencoba untuk melakukan latihan menulis setiap hari. Beberapa tahun yang lalu saya pernah menerapkan terapi ini, tepatnya ketika masih jaman kuliah. Saya rajin menulis setiap hari, 1 day 1 new blog post, selama sebulan penuh. Hasilnya? Saya lebih produktif dan mampu melakukan banyak hal selama sebulan tersebut.

Memang yang namanya sebuah proses, kadang berjalan lancar, kadang tidak. Banyak aspek yang menghambat ketika kita sedang melakukan hal positif. Kuncinya hanya satu, konsisten.

Jadi, mari kita coba untuk konsisten menulis 1 hari = 1 new blog post.

Leave a Reply