Jadi Kepala Kucing atau Ekor Naga?

Bekerja di perusahaan ternama, di luar negeri, gaji dollar, pulang pergi naik mobil fasilitas perusahaan, itu tentu membuat kita bangga. Berita baiknya ada di mana-mana. Semua orang memuji.

Kerja di perusahaan terkenal tentu bikin sedikit besar kepala. Corporate branding-nya kuat. Iklannya di TV prime time. Calon mertua ikut lega. Sounds great, ya kan?

Reuni? Bisa dipastikan obrolan akan diisi dengan cerita tentang urusan kerjaan. Studi banding dimulai. Bandingin di sana dan di sini, antara saya, kamu, dan dia. Awalnya obrolan begitu asik, bertukar cerita tentang pengalaman. 30 menit kemudian obrolan berlanjut tentang jabatan, benefit, dan fasilitas.

Saya kerja di big company, ahli di bidang ini dan itu. Jabatan: Supervisor.
Kamu: Manager, perusahaan medium, B2B. Lumayan dapat fasilitas mobil mersi.
Dia: Bawaan santai. Wirausaha. Kerja serabutan. Owner merangkap salesman, juga merangkap kasir. Mobil box  grandmax, rumah tiga. Kenalan dimana-mana.

Saya, kamu, dan dia. Siapa yg paling progresif? Ayo pilih!

Ada yang bertanya: “Kalau disuruh untuk milih jabatan gede di perusahaan kecil atau jabatan kecil di perusahaan gede, pilih mana?”
Hmm, ini soal jadi kepala kucing atau ekor naga.

Begitu hebat ciptaan-Nya yang bernama manusia. Perubahan bisa terjadi seketika. Dari ekor macan, lalu jadi kepala kucing, terus jadi kepala naga. Eh, bisa juga kepala banteng, sayap garuda, kepala elang.

Menjadi apapun dan dimanapun, harus tetap enjoy. Harus terus berkarya, memiliki progress, dan memberi manfaat. Perencanaan karir itu penting. Namun harus tetap diingat bahwa tangan-Nya mampu menarik karirmu yang sekarang, dari pekerjaan yang tenang, aman dan nyaman, berubah jadi pekerjaan yang keras dan penuh perjuangan. Darir karir gemerlap di ibukota menjadi pekerjaan kotor yang susah dapat uangnya.

Ingat, harus tetap enjoy. Dimanapun dan kapanpun. Progress harus selalu ada. Ilmu harus terus bertambah. Hidup bermanfaat harus jadi output kita setiap hari.

Sesekali boleh kita menjadi baper. Melihat orang lain kok karirnya cepat. Tapi ingat, baper hanya sebentar saja. Dimanapun dan kapanpun adalah tempat belajar. Yang namanya belajar pasti ada yang namanya ujian, ada yang namanya naik kelas.

Tidak peduli kamu jadi kepala kucing atau ekor naga, tetap nikmati, tetap berprogress.

One thought on “Jadi Kepala Kucing atau Ekor Naga?

  • May 10, 2018 at 5:34 pm
    Permalink

    Sangat menginspirasi
    Terima Kasih mas rochmat membantu dalam keadaan sedang bimbang

    Reply

Leave a Reply