Blogpost Pertamaku Yang Berisi 1500 Kata

Saya berkunjung pada sebuah blog dan menemukan sebuah quote seperti ini:

“Many bloggers think that short posts are better when it comes to capturing users’ attention. But shorts posts aren’t necessarily the best posts. Forget about 500-word blog posts. Extremely long posts are the way to go.”

Saya baca berulang-ulang, secara pelan dan semakin pelan. Saya sadar bahwa quote ini ada benarnya. Bagi saya yang notabene senang traveling, tulisan panjang itu seharusnya adalah hal wajib bagi saya. Tulisan panjang akan memberikan para pembaca blog saya pengetahuan yang lengkap dan terperinci. Pembaca blog juga sudah pintar, mereka pasti berpikir bahwa tulisan pendek itu cuma sekedarnya. Sekedar menulis, daripada tidak ada blogpost sama sekali.

Kali ini saya mencoba untuk menuliskan tulisan pertama saya yang berisi 1500 kata. Saya mulai menulis tulisan ini pada pukul 10.15 hingga pukul 11.45 malam. Saya tidak main-main, dalam 1.5 jam saya mampu menyelesaikan tulisan ini. Kenapa tidak dari dulu ya?

Mengapa menulis hingga lebih dari 1000 kata?

Saya tertarik pada pesan yang disampaikan oleh si penulis bahwa blogpost yang panjang akan memberikan pembaca lebih banyak informasi dibanding tulisan yang hanya berisi 300 kata. Atau secara lebih luas, tulisan yang panjang akan memberikan kita banyak ruang untuk menyampaikan suatu hal.

Sebelumnya saya pernah menulis tentang hal ini >>

Bagaimana Cara Menuliskan Blogpost Dengan Minimal 300 kata?

Dan dengan ini saya tingkatkan lagi levelnya, bagaimana menulis blogpost 1500 kata?

Tulisan panjang sebenarnya memiliki kelemahan. Apa itu? Kita akan kehilangan beberapa pembaca, yang notabene mereka ini adalah pembaca yang malas. Melihat tulisan yang panjang, mereka akan malas dan menutup blog kita. Tetapi sebaliknya, di saat yang sama, ketika kita dikunjungi oleh pengunjung yang senang membaca, tulisan panjang ini akan menarik dan membuat mereka menjadi pembaca setia alias fans. Kamu percaya?

Untuk memulai tulisan yang panjang, pertama-tama saya membuat poin-poin apa yang ingin saya sampaikan. Pasti kalian melihat subheading di tulisan saya ini. Subheading ini saya buat tepat setelah saya menuliskan judul blog. Subheading ini yang menjadi guide saya untuk menuliskan paragraf demi paragraf. Tips ini sudah saya lakukan sejak beberapa bulan lalu dan ini benar-benar membantu saya menyelesaikan blogpost saya.

Pengalaman Lari Half Marathon di Cairo

Tahun 2016 saya mengikuti Cairo Half Marathon. Kalian pasti tahu bahwa dalam lari half marathon itu artinya kita harus berlari sejauh 0.5 x 42 km alias 21 km. Berapa jaraknya? Iya, 21 kilometer. Ini hampir sama dengan jarak keliling ring road kota Jogja, dari mulai ring road utara, ring road barat, ring road selatan, ring road timur, hingga kembali ke titik awal kita mulai mengitari ring road. Kamu pasti tidak percaya, saya pernah bersepeda mengeliling ring road Jogja selama 1 jam menggunakan sepeda fixie. Pegelnya minta ampun. Ya iyalah, sepeda fixie.

Modal saya dalam lari half marathon ini adalah nekat. Saya memang orangnya nekat. Kamu yang mengenal saya sejak bangku sekolah atau kuliah pasti tahu itu. Persiapan saya hanya 4 bulan. Apa yang saya lakukan?

Lari half marathon diadakan pada bulan April 2016 dan saya mulai berlatih sejak Desember 2015. Supaya mendapatkan semangat untuk terus berlari, saya bergabung dengan klub lari Cairo Runners. Saya rajin ikut lari setiap minggunya. Kalau tidak Jumat pagi ya Senin malam. Hari Jumat adalah lari untuk peserta umum. Semua orang boleh ikut, anak-anak maupun dewasa. Biasanya kegiatan ini diadakan di tempat-tempat yang mudah dijangkau. Beberapa event lari yang saya ikuti yaitu lari di tepi sungai Nil, Rhode Island, Sheikh Zayed City, dan sebagainya. Sedangkan pada Senin malam, acara lari ini memang dipersiapkan khusus untuk para calon peserta lari half marathon. Masing-masing klub memiliki tempat dan tim sendiri.

Untuk mengikuti persiapan khusus ini kami harus membayar biaya berlangganan. Sebenarnya biaya ini dipakai untuk membuat kaos lari dan juga membayar minuman air mineral. Dengan mengeluarkan biaya, kita menjadi terpacu untuk terus ikut dan menghindari absen. Di sisi lain, panitia juga memberikan iming-iming. Mereka yang mampu berlari secara konsisten dan memberikan progres yang terus membaik, ia akan dihadiahi Gratis Gym Selama Sebulan Penuh di salah satu tempat gym elite di Cairo. Bukankah ini menggiurkan?

Bulan Desember hingga April adalah bulannya musim dingin. Selama bulan-bulan itu, suhu udara berkisar antara 5-15 derajat Celcius. Inilah godaannya. Di saat yang lain sedang enak-enaknya memeluk guling dan berselimut hangat, kami harus berlari di tengah angin kencang yang membuat badan menggigil. Panitia memang menyediakan waktu larinya pada Senin malam, pukul 20.00-21.00. Ini adalah kondisi ketika suhu udara sedang turun dan di saat yang sama kita belum makan malam. Duhh.. beratnya.

Dalam waktu 4 bulan tersebut jujur saya beberapa kali membolos. Pernah sekali tidak ikut karena kondisi badan capek. Dari pagi pukul 08.00 hingga sore pukul 18.00 harus bekerja di pabrik, dan Senin malamnya harus berlari. Alhasil saya bolos. Di suatu waktu yang lain saya bolos karena tergoda dengan masakan tengkleng bebek. Enak sekali bukan, dingin-dingin makan tengkleng bebek.

Untungnya, boleh dibilang saya beruntung sekali. Ketika hari H tiba, tanggal 18 April, saya mampu finish lari half marathon dengan lancar tanpa cedera. Meskipun tidak jadi juara pertama atau kedua, saya bersyukur mampu finish. Banyak peserta lain yang kandas di tengah jalan karena memang kegiatan ini memang sangat menguras tenaga. Saya akui ini adalah keberuntungan, kalau bukan beruntung lantas apa?

Dari acara lari half marathon ini saya sadar, bahwa untuk mencapai suatu tujuan, persiapan kita harus matang dan ancang-ancang ini mesti diambil sejak jauh-jauh hari. Saya yakin tidak akan mampu mencapai garis finish kalau saya tidak ikut acara lari seminggu sekali. Meskipun pernah bolos, setidaknya saya melakukan persiapan.

Semua Bisa Menulis Panjang, Hanya Saja..

Saya yakin semua penulis blog mampu menulis panjang. Ia punya banyak hal di dalam kepala. Banyak kata-kata yang ingin dituangkan menjadi sebuah tulisan. Lantas kenapa sering kali malas menulis?

Kalau dari pengalaman saya pribadi, hal-hal inilah yang menghambat saya malas menulis:

  1. Blog gratisan. Mentang-mentang gratisan, jadi tidak ada tuntutan. Saya punya blog di blogspot/wordpress. Dulu waktu masih kuliah saya rajin menulis karena punya waktu luang. Sekarang mentang-mentang sudah kerja, dengan dalih lelah bekerja, saya jadi malas.
    Lalu solusi apa yang saya ambil? Saya beli domain dan hosting. Karena saya membayar sewa untuk dua hal ini, saya jadi ada tuntutan. Sudah bayar kok gak dipakai?
  2. Besok saja nulisnya, masih banyak waktu. Tinggal di luar negeri membuat saya memiliki waktu untuk mengeksplor tempat-tempat unik yang jarang dijamah oleh teman-teman dari Indonesia. Kegiatan ini memberikan saya pengalaman baru. Dan ketika sedang traveling seperti itu, dalam hati saya langsung terpikir, “Nanti begitu sampai rumah, saya akan langsung tulis ke dalam blog”. Tapi nyatanya? Nol besar. Saya sering seperti itu.
    Lalu langkah apa yang saya ambil? Saya traveling, saya ambil gambar pakai mobile phone saya, begitu sampai rumah, meskipun sangat malas, saya paksa tulis ceritanya ke dalam draft di Microsoft Word. Ceritanya tidak begitu panjang, kadang hanya judul, kalau sedang rajin ya saya bisa menulis 1 paragraf. Atau cukup dibuat poin-poinnya saja. Ketika tiba waktunya, malam hari sepulang kerja, saya buka lagi draft tulisan saya itu. Saya lanjutkan ceritanya. Begitu terus sampai selesai.
  3. Buat apa rajin menulis, toh tidak menghasilkan uang. Pikiran seperti ini pun sering muncul dalam pikiran saya. Kalian pasti pernah merasakannya. Beli domain dan hosting kan pakai duit, seharusnya tulisan saya di blog ini dikunjungi banyak pengunjung dong. Dengan total view dan visitor yang banyak, harusnya saya bisa pasang iklan dari Google Adsense dong. Nyatanya? Tidak ada tawaran iklan dari Google Adsense ataupun dari pihak ketiga. Ini pun saya rasakan hingga saat ini.
    Lalu langkah apa yang saya ambil? Saya ubah mindset saya, saya menulis blog tujuannya bukan cari uang, tapi saya mencoba membuat sebuah hadiah berupa kenang-kenangan untuk masa tua saya. Saya sadar, setelah menikah, banyak hal yang harus dipikirkan. Dan di saat yang sama, banyak momen indah yang seharusnya didokumentasikan, tapi terlewat. Setelah terlewat lalu jadi lupa. Biasanya seperti itu kan? Akhirnya, momen-momen indah tersebut saya tuangkan ke dalam tulisan. Kamu pasti pernah mengalami, kamu tersenyum bahagia ketika membuka tulisan-tulisan lama kamu. Momen-momen indah di masa lalu masih tersimpan rapi di blog.

Tips dan Triknya Apa?

Saya tidak memerlukan waktu lama untuk menyelesaikan tulisan ini. Hanya 1.5 jam saja. Mengapa bisa lekas selesai? Karena saya sudah bertekad bahwa saya harus menulis blogpost 1500 kata pada malam ini juga. Tidak boleh besok, harus malam ini.

Saya coba kasih tipsnya ya.

  1. Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, bulatkan tekad. Matikan TV, matikan sosial media, sediakan air minum 1 teko, air putih ya jangan minuman manis. Minuman manis bikin tidak konsen lho, serius.
  2. Makan malam lalu gosok gigi. Perut keroncongan bikin pikiran tidak konsen. Dan gigi belum disikat bikin suasana jadi kurang nyaman ketika menulis.
  3. Jangan ngemil. Ngemil menghabiskan banyak waktu bagi jari dan tangan kita untuk memegang makanan dibanding memencet keyboard. Dan ketika cemilannya habis, kamu pasti ingin nambah. Kamu pergi ke dapur dan ambil cemilan lagi. Jangan deh. Jangan disambi ngemil. Nulis aja, cemilanmu cukup pakai air putih saja 1 teko.
  4. Menyepi di kamar. Jangan sampai ada teman atau orang lain yang masuk dan mengganggumu. Sekedar mengajak ngobrol sebenarnya juga cukup mengganggu konsentrasi kita sih. Untungnya, saya menulis tulisan ini sendirian. Tidak ada orang lain. Kondisi ini memudahkan saya untuk berkonsentrasi.

Inilah tulisan pertama saya yang berisi 1500 kata. Tulisan sederhana ini bukan apa-apa dibanding tulisan teman-teman di luar sana yang sudah mampu menulis panjang sejak lama. Bagi saya ini adalah sebuah pencapaian. Dan sebuah pencapaian harus dirayakan. Dengan cara apa? Saya melakukannya dengan cara menuliskannya.

5 thoughts on “Blogpost Pertamaku Yang Berisi 1500 Kata

  • February 1, 2018 at 2:05 pm
    Permalink

    hai salam kenal dari Banjarnegara. dulu blog ndayeng ku bisa nulis lebih dari 1500 kata saking asyiknya nulis tapi sekarang jarang sih hehehe, seringnya ya 1000an kalau bisa dirata2

    Reply
    • February 4, 2018 at 8:04 pm
      Permalink

      Salam kenal mas Hendi. aku asale Karanglewas, Banyumas. monggo kapan-kapan mampir, tapi siki lagi neng luar, hehe.. Iya mas. Nulis panjang itu perlu konsistensi dan pasti banyak kendala. Harus dibiasakan memang

      Reply
  • February 1, 2018 at 3:37 pm
    Permalink

    Mantapsss tips nya gan Lanjutkan.
    Nanti saya coba praktekkan tips ini.

    Reply
    • February 4, 2018 at 8:06 pm
      Permalink

      Salam kenal gan. Saling support ya. Thanks udah blogwalking

      Reply

Leave a Reply